Header Ads

Masa Depan Adalah Kami

Kekerasan Pelajar Marak, Dewan Minta Disdik Lakukan Evaluasi

PAMEKASAN – Meski menyandang Kota Pendidikan, bukan berarti lembaga pendidikan di Pamekasan bersih dari aksi kekerasan. Justru, aksi kekerasan seperti tawuran antarsiswa menghiasi dunia pendidikan di Kota Gerbang Salam.

Selama Maret hingga Oktober 2014, telah terjadi tiga aksi kekerasan di kalangan pelajar. Bahkan satu aksi kekerasan menewaskan seorang siswa SMKN 1 Pamekasan (selengkapnya lihat grafis). Menyikapi kenyataan itu, Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Apik hanya meminta dinas pendidikan melakukan evaluasi secara maksimal guna mencegah aksi kekerasan di kalangan pelajar.

Menurut dia, penyebab kekerasan yang terjadi selama ini karena kurangnya pengawasan yang ketat dari semua pihak, termasuk dinas pendidikan. ”Kepala sekolah, kesiswaan, atau BK ke depan harus maksimal dalam mengantisipsai maraknya kekerasan di kalangan pelajar. Orang tua murid juga harus lebih terlibat mengontrol perilaku anaknya,” kata Apik, kemarin (7/11).

Berhubungan dengan pendidikan karakter, menurut Apik, hal itu harus dimaksimalkan diberikan kepada siswa. Sebab, selama ini pendidikan karakter (akhlak) diakui kurang diiperhatikan, sehingga pelajar mudah melakukan perbuatan yang keluar dari norma agama.

Demi berlangsungnya pendidikan yang sesuai dengan harapan masyarakat, lanjut Apik, pihaknya berjanji akan memanggil dinas pendidikan dan Kemenag untuk membicarakan bagaimana arah pendidikan di Pamekasan. ”Dua instansi tersebut mempunyai kebijakan penting dalam peran pendidikan di Pamekasan ke depan. Kekerasan dalam dunia pendidikan yang terjadi harus dibicarakan agar pada tahun berikutnya tidak terulang,” ujarnya. (sin/hud) (radar)

Tidak ada komentar