Header Ads

Masa Depan Adalah Kami

Taman Arek Lancor Rusak, DPRD Desak Pemkab Bertanggung Jawab

Pamekasan - Banyaknya kegiatan yang berpusat di areal Monumen Arek Lancor beberapa hari terakhir, seperti pelaksanaan gubeng, penyambutan kedatangan jamaah haji, dan pameran hari jadi (harjad) membuat lokasi yang menjadi ikon kota itu kumuh tak terawat.

Sejumlah taulan dan infrastruktur pendukung mengalami kerusakan akibat pembeli dan pengunjung. Padahal, bulan ini, secara diam-diam tim penilai Adipura akan melakukan penilaian kondisi lingkungan kota. Sementara kebersihan di jantung Kota Pamekasan masih kumuh tak terawat. Terbukti, masih banyak sisa-sisa sampah dan puing trotoar rusak belum dibersihkan. Menanggapi kondisi itu, wakil Ketua DPRD Pamekasan Imam Hosairi menegaskan pemkab harus bertanggung jawab atas kerusakan taman. Pihaknya meminta pemkab kota segera diperbaiki.

“Pemkab harus bertanggung jawab atas kerusakan taman kota. Kerusakan ini akibat kesalahan pemkab yang membiarkan sejumlah tenda berdiri di atas trotoar dan sebagian menyentuh taman,” katanya. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menuding pemkab lalai dalam menjalankan tugasnya dalam menjaga keasrian taman. Taman kota yang sudah mendapat anggaran pemeliharaan itu malah dirusak sendiri. Akibatnya, harus ada penambahan anggaran untuk memperbaikinya. Seharusnya, kegiatan yang berdampak buruk pada lingkungan dilaksanakan di tempat lain.”

“Masih banyak lokasi yang bisa dipilih. Seperti halaman Pendapa Ronggosukowati, stadion, atau lokasi yang tidak merusak ekosistem yang ada. Kalau begini kan malah menghabiskan anggaran. Jika taman rusak, dana dianggarkan, rusak lagi, dianggarkan lagi. Anggaran pun banyak tersedot akibat pemeliharaan saja,” katanya. Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cikatarung Muharram membenarkan jika dalam waktu dekat akan ada penilaian Adipura. Sehingga, pihaknya harus bergerak cepat memelihara keindahan laman seperti sedia kala. ”Kami akan mengembalikan keindahan taman kota,” tuturnya.(radar)

Tidak ada komentar