Header Ads

Masa Depan Adalah Kami

Pamekasan Jadi Pusat Pengembangan Sapi Terpadu

Bupati Pamekasan, Achmad Syafii, mengenakan topi merah, kaus putih, jaket hitam celana hitam menyaksikan alat vagina buatan, yang digunakan untuk mengambil sperma sapi jantan.
PAMEKASAN – Pamekasan kini dijadikan sebagai kabupaten percontohan nasional dalam peternakan sapi. Karena itu, Madura yang diplot gubernur jatim sebagai pulau sapi, untuk pengembangan peternakan terpadu di tiga kabupaten, di Madura dipusatkan di Pamekasan.

Bupati Pamekasan, Achmad Syafii, mengungkapkan saat menggelar program Bunga Desa (bupati mengajak membangun desa), di Dusun Polai Atas Desa Kertagena Daja Kecamatan Kadur Pamekasan, selama dua hari, Sabtu – Minggu (20-21/12/2014).

Dalam acara Bunga Bangsa ini, hadir Kepala Dinas Peternakan Jatim, Maskur. Deputi III, Bidang Pembinaan Ekonomi dan Usaha, Kementerian Desa Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi, Josua, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Abubakar dan Rektor UPN Veteran, Ramdan Hidayat, Bakorwil IV Pamekasan, Jhonatan Junianto, forum pimpinan daerah (forpimda) Pamekasan.

Menurut Syafii, untuk mendukung program Madura sebagai pula sapi, diperlukan inovasi di bidang peternakan. Maka pada 2015 ini, Pamekasan sudah mencanangkan kegiatan unggulan, salah satu berupa program satu tahun satu kelahiran (Satu Saka) yang digagas Dinas Peternakan Pamekasan, melaluisu gerakan Bunting Sapi sebanyak 20.000 ekor pada 2015 mendatang.

”Dengan program satu kelahiran satu sapi ini, maka satu induk berkembang menjadi 8 ekor selama 5 tahun. Karena itu, dalam pengembangan pembibitan sapi Madura, perlu bekerja lebih giat lagi,” kata Syafii.

Dijelaskan, Populasi sapi ternak di Pamekasan saat ini sekitar 142.405 ekor. Sedang untuk jumlah pemotongan sapi dalam setahun mencapai 8.100 ekor dengan produksi daging sapi sebanyak 170.929 kg per tahun.

Bupati optimistis program pengembangan petenakan sapi terpadu tercapai. Sebab Pamekasan memiliki potensi terutama di kawasan pantura Pamekasan sepagai kawasan potensial pengembangan peternakan sapi terpadu, yang dikenal dengan daerah Papabaru alias Kecamatan Pakong, Pasean, Batumarmar dan Waru.

Kemudian di acara itu, ditampilkan sistem perkawinan sapi silang antara Sapi Madura dan sapi limosin, yang dikenal dengan sapi Madrasin. Selain itu, pengambilan sperma terhadap sapi jantan menggunakan alat. Dan lewat alat ini, satu sperma sapi jantan, bisa digunakan untuk 1.000 ekor sapi betina. (SURYA Online)

Tidak ada komentar