Header Ads

Masa Depan Adalah Kami

Pakde Karwo: Pemprov Fokus pada Pengembangan Ekonomi Wanita

Program pembangunan ekonomi Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan lebih fokus pada pengembangan perekonomian kaum perempuan. Upaya ke arah itu ditangani melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan koperasi.

Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo menyampaikan hal itu pada Puncak Peringatan Hari Koperasi ke 66 Tahun 2013, di Alun-Alun Kabupaten Situbondo, Minggu (30/6).
``Kemiskinan wanita akan menyebabkan kemiskinan keluarga, dan hal itu pasti berdampak luas pada kualitas pembentukan generasi dan pembangunan negara,`` ungkap pria yang lekat sapaan Pakde Karwo itu.

Pada acara yang dihadiri sekitar 3000 orang kader koperasi dari seluruh Jawa Timur tersebut, Pakde Karwo memaparkan bahwa upaya menuju penguatan ekonomi wanita telah diawali dengan diluncurkannya dana hibah sebagai modal dasar bagi pembentukan 8.506 koperasi wanita.

 Program tersebut dicairkan dalam dua periode, yakni tahap pertama tahun 2009 telah dibagikan untuk 3.750 desa di 38 kabupaten/kota. Tahap berikutnya, tahun 2010 dibagikan kepada 4.756 kopwan. Untuk selanjutnya di tahun 2013, 3.000 kopwan yang telah berhasil mengembangkan dana hibah akan mendapatkan tambahan modal sebesar Rp. 25 juta

Ia memastikan, bantuan modal untuk koperasi wanita tersebut bisa memutus mata rantai bank thitil yang marak beroperasi hingga ke desa-desa terpencil. Bank thitil, kata Pakde Karwo biasanya berkedok koperasi, padahal sejatinya berpraktek sebagai rentenir. Maka, dengan menguatnya peran kopwan, praktek bank thitil akan terputus dan para wanita bisa lebih berdaya untuk meningkatkan perekonomian keluarga.

Selain mengembangkan kopwan, upaya lain yang dilakukan pemprov adalah dengan mengembangkan usaha kecil. Tugas negara adalah melindungi usaha kecil dan membuatnya lebih berdaya. Negara bisa melindungi usaha kecil melalui kemudahan dalam pengurusan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI). Apalagi, sekitar 98 persen tenaga kerja hidup dari UMKM.

 Gubernur jatim Pakde karwo memberikan bantuan 3000  sembako secara simbolis di acara hari koperasi ke 66 th di kab.situbondo

Pakde Karwo mengakui, apa yang dilakukannya dengan melindungi UMKM tersebut adalah salah satu bentuk implementasi ideologi pembangunan Jatim. Yakni memberikan stimulasi pada masyarakat kecil yang kalah dalam persaingan pembangunan ekonomi yang tidak sehat.

``Salah satu contoh implementasi dari konsep ideologi pembangunan adalah Pemprov Jatim  memberikan stimulasi kemudahan mendapatkan modal usaha kepada koperasi dan UMKM melalui pemberian kredit berbunga kecil dan persyaratan yang mudah,`` jelasnya.

Menurut Pakde Karwo, rakyat kecil harus dibenahi, diberikan stimulasi kemudahan sesuai dengan kebutuhan agar mereka menjadi besar dan kuat. Mereka akan menjadi  dasar bagi peningkatan perekonomian daerah. Dan pada akhirnya bisa menjadikan perekonomian negara kuat dan besar serta mampu bersaing dengan negara-negara besar.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Deputi Produksi Kementrian Koperasi dan UMKM RI Bramansetyo mengatakan bahwa ada tujuh pesan dari Menteri Koperasi dan UMKM yang perlu dicermati, antara lain Hari Koperasi ke 66 tahun 2013 sebagai wahana introspeksi  perjalanan koperasi di Indonesia, juga sebagai hari kebangkitan dan revitalisasi koperasi. Utamanya  revitalisasi untuk kelembagaan, permodalan, kebijakan dan sumber daya manusia.

Gerakan koperasi diharapkan ke depan semakin bagus, dapat bersaing di tingkat dunia, dalam menghadapi pasar bebas Asean tahun 2015. Untuk permasalahan ini, Kementrian Koperasi dan UMKM  mendaftarkan enam koperasi di Jawa Timur  masuk dalam   300 koperasi besar dunia, yaitu PUSKUD Jatim, Koperasi Tjiwi Kimia, Koperasi Sido Giri, Koperasi Semen Gresik, Setia Bhkati Wanita, dan Koperasi Setia Budi Wanita.

Selain itu, Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi juga perlu untuk ditumbuhkan, yaitu dengan mengajak masyarakat menjadi wirausaha baru melalui koperasi.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Prov. Jatim, Dr. Ir. H. RB. Fattah Yasin, MS  mengatakan bahwa kepedulian Pemprov Jatim pada pengembangan koperasi tidak hanya pada  pertumbuhan kopwan, tetapi juga pada Koperasi LMDH (Lembaga Masyarakat Daerah Sekitar Hutan) bekerjasama dengan Dinas Kehutanan telah tumbuh 350 koperasi LMDH.

Sedangkan  Koperasi Pondok Pesantren saat ini telah terbentuk 250 Forum Komunikasi Kerja Ponpes. Untuk para nelayan, yang hidupnya tidak bisa lepas dari lilitan bank thithil, telah terbentuk 50 koperasi nelayan di TPI (Tempat Pelelangan Ikan).

Disampaikan pula bahwa pertumbuhan koperasi di Jatim pada triwulan I tahun 2013 sebanyak 29.160 unit dengan anggota dan pengurus sebanyak 12 juta orang. Aset dan Omset setiap tahun mengalami kenaikan sebesar 10 sampai 15 persen. Sampai saat ini omset yang tercatat sebesar Rp. 30 triliun.

Adapun kegiatan peringatan Hari Koperasi ke 66 tahun 2013 adalah Koperasi Berprestasi (Koperasi Jasa, Produsen, Konsumen, Simpan Pinjam), Berpacu dalam koperasi untuk tingkat SLTA, Mahasiswa dan Kopwan, Karya Tulis Koperasi (tingkat mahasiswa, masyarakat umum), Pameran Pasar Rakyat di Alun-Alun Situbondo, Jambore Pemuda Koperasi di Pasir Putih Situbondo, Sarasehan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM di Pendopo Kabupaten Situbondo, KSP/USP/KJKS/UJKS-Koperasi Peduli Jatim dengan membagi sembako bagi masyarakat kurang mampu, untuk daerah Bondowoso sebanyak 3.300 paket dan Situbondo sebanyak 1.000 paket. (Humas Setdaprov. Jatim/rif/dw/rudfoto).  

Tidak ada komentar