Header Ads

Masa Depan Adalah Kami

Dewan Sorot PAD Rendah, Desak Perbaiki Iklim Investasi

PAMEKASAN – Rendahnya pendapatan asli daerah (PAD) dalam RAPBD Pamekasan 2015 mendapat sorotan dari kalangan legislatif. Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Ismail menilai, perlu ada evaluasi besar-besaran dalam program yang dicanangkan pemkab. Sebab kalau tidak, PAD Pamekasan akan tetap rendah.

Menurut Ismail, ada yang perlu dibenahi dalam sistem pembangunan di Pamekasan. Jika selama ini pemkab mengandalkan retribusi dalam menambah PAD, ke depan diperlukan cara yang berbeda. Misalnya, membuka pintu investasi sebagai salah satu cara agar PAD meningkat.

”Penambahan PAD bukan dari retribusi, tapi bagaimana pemkab bisa menggenjot nilai investasi. Kalau investasi rendah, PAD susah untuk naik. Regulasi pelayanan investasi di Pamekasan harus diatur dengan baik agar investor mudah masuk,” kata Ismail, kemarin (16/11).

Politisi Partai Demokrat ini menyebutkan, masih banyak lahan yang belum tergarap di Pamekasan. Salah satunya sektor pariwisata yang saat ini belum dikonversi menjadi kekuatan ekonomi. Padahal sejak dioperasikannya Jembatan Suramadu, sektor pariwisata bukan sebatas tempat rekreasi, melainkan sarana komoditas yang dapat menunjang ekonomi daerah.

”Banyak tempat wisata yang saat ini belum tergarap secara serius, padahal potensi pariwisata yang kita miliki cukup banyak. Wisata pantai misalnya, kita punya Talang Siring dan Jumiang. Ada juga Api Tak Kunjung Padam, Asta Joko Tarub, dan wisata religi lainnya. Potensi itu harus digali,” papar dia.

Lebih lanjut Ismail menjelaskan, dalam rencana pembangunan 2015, pemkab dituntut menarik simpati investor sebanyak mungkin. Syaratnya, regulasi perizinan investasi harus diperbaiki agar investor mudah masuk ke Pamekasan. Birokrasi yang menangani investasi juga perlu berbenah.

”Kami minta perizinan satu atap. Ketika orang mengurus izin usaha masih banyak pos birokrasi, itu sulit. Makanya, birokrasi perizinan investasi ke depan harus dipangkas menjadi satu atap,” sarannya.

Politisi asal Dapil I Pamekasan ini juga menyatakan akan mengawal masuknya investor ke Kota Gerbang Salam. Sebagai Ketua Komisi I DPRD Pamekasan yang menangani masalah pemerintahan, dia mengaku siap menerima keluhan dari investor serta mengadvokasi agar mudah berinvestasi. Bagi Ismail, tidak boleh ada yang menghalang-halangi siapa pun yang mau berinvestasi.

”Nanti kami evaluasi bersama-sama. Kalau misalnya ada keluhan dari investor terkait berbelit-belitnya izin, langsung lapor ke komisi I. Kami siap membantu dan memotong alur birokrasi yang panjang itu,” pungkasnya.

Untuk diketahui, PAD dalam RAPBD Pamekasan 2015 sangat minim. PAD Pamekasan hanya Rp 125 miliar atau sekitar 8,3 persen dari total RAPBD yang mencapai Rp 1,5 triliun. (mam/hud) (radarmadura)

Tidak ada komentar