Header Ads

Masa Depan Adalah Kami

Nasi Kotep Sambal Kecep, Kuliner Khas Pamekasan yang Tak Lekang Zaman

PAMEKASAN - Madura memang dikenal dengan wisata kuliner. Tak hanya aneka sate, soto dan rujaknya saja yang populer dimana-mana, tapi ada satu lagi menu kuliner yang tak kalah ngetop, yaitu Nasi Kotep plus Sambal Kecap.

Nasi Kotep Sambal Kecap ini sudah dikenal sejak era tahun 60-an, dan hingga kini masih dijajakan Madura, utamanya di Kota Pamekasan.

“Kotep” dalam bahas Indonesia artinya lempar. Disebut Nasi Kotep sebab nasi sangat punel campuran ketan yang beraroma harum ini tak akan terburai jika dilemparkan ke atas piring.

Dengan berkembangnya jaman, keberadaan kuliner Nasi Kotep memang sedikit tergusur dengan aneka makanan modern. Terbukti saat ini, hanya ada tiga warung saja yang masih setiap menjajakan menu nasi kotep. Salah satunya warung milik Mbok Karomah yang berlokasi di Jalan Dirgahayu kota Pamekasan.

Mbok Karomah telah menjajakan kuliner khas Madura ini sejak tahun 1960 lalu.

“Dulu ketika nasi kotep masih banyak yang menyantapnya, saya bisa memasak tiga gantang (satu gantang sama dengan 3 kg beras) nasi kotep dalam sehari. Tapi sekarang, dalam sehari menghabiskan satu gantang campuran beras dan ketan,” ujar Mbok Karomah saat ditemui LI.COM, Minggu (17/02/2013).

Untuk memasak nasi kotep, Mbok Karomah mencampur 3 kg beras biasa dengan seperempat kilo beras ketan. Campuran beras dan ketan itu lalu ditanak seperti menanak nasi biasa. Hasilnya, lebih punel dan lebih harum. Setelah matang, nasi kotep itu dimasukkan dalam keranjang nasi berbahan bambu yang dilapis daun pisang.

Nasi Kotep ini biasanya disajikan dengan lauk bergantung selera pembeli, bisa daging sapi, hati, usus goreng, otak sapi, telor dan daging ayam yang dimasak kuah santan.

“Sebelum disajikan kepada konsumen, saya melengkapinya dengan parutan kelapa yang digoreng atau disebut serundeng yang ditabur keatas nasi. Tak lupa satu mangkok sambal kecap pedas sebagai penyedap rasa,” paparnya.

Lantas berapa harga seporsi nasi kotep ? “Tidak mahal Mas. Cukup sepuluh ribu rupiah plus segelas teh manis,” pungkasnya. (lensaindonesia.com)

Tidak ada komentar