Header Ads

Masa Depan Adalah Kami

Kecam Kenaikan BBM, Legislator: Pemerintah Sudah Plin-plan

Pamekasan, 28/3 (Media Madura) – Berbagai macam aksi protes dilakukan oleh sejumlah elemen masyarakat Pamekasan, Madura, Jawa Timur untuk menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Tak hanya, Aksi turun jalan yang digelar oleh aktivis PMII STAIN Pamekasan. Tetapi, juga memalui sosial media. Seperti yang dilakukan oleh salah satu wakil rakyat ini.
Adalah Suli Faris, Ketua Wakil DPRD Kabupaten Pamekasan, yang menunjukkan sikap protesnya terkait kenaikan harga BBM. Bahkan, hingga mengecam kebijakan pemerintah yang dinilai tidak pro rakyat dan plin-plan.

“Ya, saya kutuk dan saya kecam,” kata Suli Faris kepada mediamadura.com melalui BlackBerry Massanger, Sabtu (28/03/2015) pagi.
Menurut politisi Partai Bulang Bintang (PBB) ini, Kenaikan harga BBM saat ini merupakan inkonsistensi pemerintah, sebab pada beberapa bulan lalu, atau pada saat menaikkan harga jual BBM senilai Rp 2.000 per liter di tengah harga minyak dunia sedang turun dengan alasan karena pengalihan subsidi. tak lama kemudian, lagi-lagi pemerintah menurunkan harga jual sebesar Rp500 per liter dengan alasan harga minyak dunia turun.
“Nah. sekarang pemerintah menaikkan lagi harga jual BBM dengan alasan karena minyak dunia naik. Karena itu saya lihat pemerintah plin plan dalam menentukan harga jual BBM,” sesalnya.
Padahal, katanya Mahkamah Konstitusi (MK) pada tahun 2004 lalu, telah memutuskan harga BBM dalam negeri tidak boleh diserahkan kepada mekanisme pasar minyak dunia karena ditengarai ada negara-negara adi kuasa yang ikut bermain dalam sektor riil Migas, selain itu harga BBM tidak termasuk pada perdagangan bebas dunia.
“Pemerintah benar-benar sudah plin-plan dan tidak konsisten,” tegasnya. (Zainol/Esa)

Tidak ada komentar