Header Ads

Masa Depan Adalah Kami

Pelaku Usaha UMKM di Jawa Timur Masih Banyak Kendala

Salah satu stand UMKM yang ikut andil dalam Pasar Rakyat dan Pameran UMKM se-Jawa Timur dalam rangka Hari Jadi Jawa Timur ke 69 dan Hari Jadi Pamekasan ke 484 di kawasan Monumen Arek Lancor, Pamekasan, Sabtu (1/11/2014)
Pamekasan - Pelaku usaha UMKM di Jawa Timur hingga kini masih banyak menemui kendala. Antara lain, sumber daya manusia (SDM), manajemen usaha, kualitas produk, akses permodalan, akses pasar, jaringan usaha, serta pada bidang daya saing.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur A Mudjib Afan.saat memberikan sambutan dalam Pasar Rakyat dan Pameran UMKM se-Jawa Timur. Acara ini merupakan rangkaian Hari Jadi Jawa Timur ke 69 dan Hari Jadi Pamekasan ke 484 di area Monumen Arek Lancor, Pamekasan, Sabtu malam (1/11/2014).

Prolem ini, kata Afan, merupakan problem klasik. Ke depan perlu dilakukan berbagai upaya untuk terus mengambangan UMKM di Jawa Timur, secara menyeluruh, optimal dan berkesinambungan, pemberian iklim usaha yang kondusif, pemberian kesempatan berusaha, dukungan dan pengembangan usaha yang seluas-luasnya.

Pemprov Jatim, katanya, telah merancang berbagai upaya dan program strategis untuk mengembangkan UMKM. Diantara, peningkatan kapasitas, melalui bimbingan teknis, program kewirausahaan yang dilakukan secara berkesimbungan, dan memberikan fasilitas kekayaan hak intekletual.

Selain itu, melakukan advokasi UMKM modal dan izin usaha melalui klinik usaha UMKM Jatim, memfasilitasi permodalan kepada 4.000 koperasi wanita, masing-masing Rp25 juta, serta membantu koperasi pondok pesantren (kopontren), yakni 300 unit kopontren pada 2014 dengan nilai bantuan yang sama.

Sementara, Pemprov juga akan melakukan pengembangan usaha mikro melalui bisnis development service, serta memfasilitasi UMKM melalui "inkubator teknologi" dan bisnis.

Menurut Afan yang dimaksud "inkubator" yakni pembinaan khusus kepada UMKM yang ada, sehingga pada akhirnya mampu mengembangkan usahanya sendiri secara mandiri.

"Kami juga menyediakan fasilitas unggulan, berupa klinik koperasi UMKM di Jatim yang terdiri dari 10 layanan gratis klinik UKMK," katanya.

Ke-10 layanan itu meliputi, konsultasi bisnis, informasi bisnis, advokasi pendampingan, kursus singkat (sort course), bisnis pembiayaan, akses pemasaran, pusat interprener, mobil klinik keliling, layanan IQ interprener, pendampangan dan fasilitasi kekayaan intelektual.

"Kami berharap pemkab di Madura bisa memandaatkan fasilitas layanan ini, sehingga UMKM di Madura bisa tumbuh dengan pesat," katanya.

Berdasarkan data yang ada, Afan mengatakan, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Timur, mampu menyerap tenaga kerja sekitar 11 juta lebih, Sebanyak 11 juta lebih tenaga kerja itu berasal dari 6,8 juta UMKM yang tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur ini.

Adapun jumlah koperasi di Jawa Timur hingga Juni 2014 ini terdata sebanyak 30.754 unit, dengan kontribusi nilai tambah sebesar 54,48 persen pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Jawa Timur per tahunnya.

"Angka ini menunjukkan bahwa pilar ekonomi Jatim ditopang UMKM. Ini bukan angka yang kecil," katanya.

Khusus di Bakorwil Pamekasan, katanya, hingga saat ini terdata memiliki seitar 1 juta lebih unit usaha dengan serapan tenaga kerja mencapai 1,5 juta lebih.

Bahkan, kata Mudjib Afan, kontribusi Bakorwil Pamekasan pada PDRB Jatim tertinggi dibandingkan dengan Bakorwil lain, meski dalam kesempatan itu, ia tidak menyebu secara terinci besaran nilai sumbangan PDRB dari masing-masing Bakorwil di Jawa Timur itu. (ntr/rud)  (Liputanwinda)

Tidak ada komentar