Header Ads

Masa Depan Adalah Kami

Merasa Tak Berhak, Warga Berikan PSKS Ke Orang Miskin

Bantuan PSKS yang diterima Muhammad Ghozi, 
diberikan kepada tetangganya yang miskin.
PAMEKASAN, —Bukti jika bantuan pengalihan subsidi Bahan Bakar Mintak (BBM) melalui Program Simpakan Keluarga Sejahtera (PSKS) yang digulirkan Presiden Jokowi tidak tepat sasaran, terjadi kepada keluarga Muhammad Ghozi. Warga Dusun Sumber Anyar, Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan ini, membagikan uang PSKS Rp. 400 ribu kepada warga lainnya yang seharusnya menerima.

Ghozi—panggilan akrabnya, Ahad (30/11/2014) menuturkan, banyak tetangganya yang seharusnya mendapatkan bantuan PSKS dari pemerintah. Namun justru dirinya yang masuk dalam data penerima PSKS yang digulirkan melalui Kartu Perlindungan Sosial (KPS).

“saya merasa tidak pantas menerima bantuan PSKS. Sebab tetangga saya yang janda dan miskin serta tidak memiliki pekerjaan cukup banyak,” terangnya.

Oleh sebab itu, PSKS yang diterimanya langsung dibagikan kepada delapan tetangganya yang tidak kebagian. Masing-masing menerima Rp. 50.000.

Dikatakan pria yang sudah memiliki lima anak ini, bantuan PSKS awalnya tidak mau diambil. Sebab dirinya merasa malu dan tidak pantas. Namun kawatir dana tersebut diambil orang lain yang tidak berhak, akhirnya diambil dan diberikan kepada orang lain. Hal itu juga dilakukannya pada beberapa tahun sebelumnya saat program subsidi BBM masih menggunakan istilah BLSM.

“tahun lalu saat BBM naik saya juga kebagian. Saya juga ambil tapi juga saya berikan kepada tetangga yang lebih miskin,” tandasnya.

Tidak hanya PSKS, anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar setiap tahun mendapatkan Bantuan Siswa Miskin (BSM) sebesar Rp. 450.000. BSM itu tidak digunakan oleh anaknya, tetapi dibelikan sepatu dan dibagikan kepada siswa lainnya yang tidak kebagian BSM.

“saya berharap pemerintah segera melakukan pendataan ulang agar program subsidi BBM tepat sasaran dan tidak dinikmati oleh orang yang tidak berhak,” ujarnya. (fiq) (Ralitafm.com)

Tidak ada komentar